Komunitas Arduino Joglosemar merupakan afiliasi Komunitas Arduino Indonesia, sebagai wadah berbagi dan unjuk gigi bagi insan kreatif pecinta mikrokontroller Arduino/Genuino di sekitar Yogyakarta, Solo dan Semarang. Fokus utama pergerakan komunitas non-profit ini adalah edukasi dan teknologi berbasis mikrokontroller Arduino/Genuino. Keanggotaannya bersifat terbuka untuk umum dan tidak mengikat, jadi siapapun dapat bergabung dan bekerjasama dengan komunitas secara gratis.

Berkenalan dengan Founder Arduino


Tentu kulo lan panjenengan sami setuju bahwa hadirnya Arduino & Genuino sebagai platform mikrokontroller open source, sangat bermanfaat bagi pengembangan minat anak bangsa pada teknologi. Bukan hanya pelajar SMK jurusan Elektro atau mahasiswa prodi Instrumentasi saja yang bisa bermain Arduino, tapi semua kalangan dapat membuat proyek kreatifnya dengan mikrokontroller Arduino. 
Asalkan ada niat & kemauan untuk otak-atik Arduino, insya Allah poro sedulur dapat menguasainya. Apalagi banyak bertebaran sketch-sketch (kode pemrograman Arduino) di dunia maya yang dapat diunduh secara FREE alias GRATIS. Nah, manteb to? Sudah open source (tingkatan tertinggi di atas FREE), mudah dipakai, banyak contoh proyek yang bisa didownload pula. Jadi penasaran siapa sih pemrakarsa Arduino? Yuk kenalan lebih dekat dengan para founder Arduino!


Massimo Banzi

Pria kelahiran Italia ini adalah salah satu founder Arduino, yang kini menjabat sebagai CEO Arduino. Berlatar belakang 4 tahun sebagai Associate Professor Interaction Design di Institut Ivrea, Banzi pernah berkarir sebagai konsultan Open Source Hardware di beberapa perusahaan ternama. Mulai dari Artemide, Persol, V&A Museum, Prada, Whirlpool & Adidas. Sebelumnya, ia pun pernah bekerja sebagai software arsitek di Milan & London untuk Italia Online,  Sapient, Labour Party, MCI Worldcom, Storagetek & BSkyB. Kini, selain berkarya di Arduino, Banzi juga mengajar Interaction Design di SUPSI Lugano (Swiss) sekaligus menjadi Visiting Professor di CIID Copenhagen (Denmark).

David Cuartielles

Sebagai assisten Profesor Interaction Design sekaligus kepala laboratorium IOIO (dibaca yo-yo, sejenis mikrokontroller terintegrasi Android) di Malmo University, David bertanggungjawab menjalankan kantor Arduino di Malmo (Swedia). Tugasnya "menghabiskan" dana hibah penelitian Uni Eropa untuk bidang IoT (Internet of Things), kurikulum pendidikan, alat peraga pendidikan dan pelayanan pendidikan. Pria asal Spanyol ini terdaftar sebagai salah satu Google Experts, yang aktif dalam pengembangan Java dan sistem operasi Android. Bersama rekannya, Andreas Goransson, ia mengembangkan perangkat untuk mengupload sketch Processing IDE ke Android, serta merancang bluetooth library pada smartphone agar terhubung dengan Arduino melalui komunikasi serial.

Tom Igoe

Di Arduino, Tom bertugas sebagai penyusun strategi secara keseluruhan, yang dinilai dari aspek software, hardware hingga kepuasan pengguna. Associate Professor di ITP/NYU ini awalnya menekuni perkuliahan Matematika dan Fisika di Florida State University, sebelum akhirnya menggeluti dunia Interaction Design di Institut Ivrea. Warga USA yang kini berprofesi sebagai RnD di Astep (Copenhagen) ini memulai karirnya sebagai Interaction Designer di IDEO California (2006-2010) dan sebagai Interface Designer di Apple Inc (2010-2014). Karya-karyanya banyak dibukukan & dipublikasikan, terutama yang terkait dengan desain interaksi, jaringan, & pengembangan teknologi berkelanjutan.

David Mellis

Peraih gelar Ph.D dari Media Arts & Science MIT ini merupakan penanggungjawab atas pengembangan & troubleshooting software Arduino IDE. Usai menyelesaikan bangku sekolah pada tahun 1998, David melanjutkan studinya ke Matematika MIT selama 5 tahun. Kemudian bekerja selama setahun sebagai programmer di Chicago Trading Company, sebelum akhirnya menekuni studi Interaction Design di Institut Ivrea. Pria asal USA ini pernah menjadi pengajar di CIID Copenhagen. Kini, selain aktif di Arduino, namanya tercatat sebagai postdoc di Electrical Engineering & Computer Sciences, UC-Berkeley di bawah supervisi Bjorn Hartmann.

Wah, keren kan? Semoga terinspirasi & membuat kita semakin semangat berkarya! Info selengkapnya mengenai kru Arduino, silakan  klik di sini 


Matur nuwun~

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »