Komunitas Arduino Joglosemar merupakan afiliasi Komunitas Arduino Indonesia, sebagai wadah berbagi dan unjuk gigi bagi insan kreatif pecinta mikrokontroller Arduino/Genuino di sekitar Yogyakarta, Solo dan Semarang. Fokus utama pergerakan komunitas non-profit ini adalah edukasi dan teknologi berbasis mikrokontroller Arduino/Genuino. Keanggotaannya bersifat terbuka untuk umum dan tidak mengikat, jadi siapapun dapat bergabung dan bekerjasama dengan komunitas secara gratis.

Fungsi Dasar Pemrograman Arduino


Piye kabare sedulur Arduino Joglosemar? Penak jamanku to? Hehe :D Nah, setelah kita mengetahui serba-serbi Arduino/Genuino  klik di sini  dan mengenal ragam spesifikasi board Arduino  klik di sini  kali ini kita akan mulai mempelajari bagaimana memprogram board Arduino dengan Arduino IDE (Integrated Development Environment). 

Sebelum dipaparkan fungsi-fungsi dasar Arduino beserta gambaran pemakaiannya, kita harus terlebih dahulu mengetahui bentuk umum suatu program Arduino. Suatu program Arduino umumnya terdiri atas instruksi void setup() dan void loop(). Instruksi void setup() digunakan untuk menginisialisasi variabel-variabel yang akan digunakan, dan hanya dijalankan satu kali saat Arduino mulai menyala. Sedangkan instruksi void loop() digunakan untuk menjalankan suatu siklus program, yang akan dilakukan terus-menerus hingga Arduino mati/reset. Berikut ini adalah beberapa fungsi dasar pada Arduino.



pinMode(pin, SET)


Fungsi ini digunakan untuk menginisialisasi sebuah pin, dan menentukan pin tersebut akan digunakan sebagai input ataupun output. Nilai SET dapat diisi OUTPUT atau INPUT, tergantung dari kebutuhan. Sedangkan nilai pin adalah nomor pin pada mikrokontroler yang akan diset sebagai input atau output. Contoh: pinMode(13, OUTPUT) artinya kita menentukan pin digital 13 pada Arduino berfungsi sebagai output.



digitalWrite(pin, VAL)


Fungsi ini digunakan untuk menuliskan nilai secara digital pada suatu pin. Nilai VAL dapat berupa HIGH (ON) atau LOW (OFF) dan nilai pin adalah nomor pin pada Arduino yang akan diset. Contoh: digitalWrite(13, HIGH) artinya pin digital 13 diset pada kondisi menyala.



digitalRead(pin)


Fungsi ini digunakan untuk membaca nilai input/masukan yang diberikan ke Arduino. Nilai yang terbaca oleh Arduino melalui digitalRead() bergantung pada voltase pada pin yang diatur. Kebergantungan pada nilai voltase ini disebut Logic Level. Pada Arduino, batasan nilai yang mencukupi untuk mencapai HIGH adalah di antara 5-3 volt, sedangkan batasan nilai yang mencapai nilai LOW adalah di antara 0-1,5 volt. Contoh: digitalRead(13) artinya Arduino akan membaca input yang diberikan melalui pin 13, hasilnya HIGH atau LOW.



analogWrite(pin, VAL)


Fungsi analogWrite() adalah fungsi yang digunakan untuk menuliskan suatu nilai berupa angka pada sebuah komponen, misalnya LED. Pengguna dapat mengatur seberapa terang cahaya dari lampu LED saat menyala, tergantung pada nilai yang dituliskan. Fungsi ini akan berguna ketika kita mulai bermain dengan sensor, di mana nilai yang terbaca seringkali berupa analog (memiliki banyak nilai, misal 0-1023), bukan digital (hanya memiliki 2 nilai, 0 (LOW) dan 1(HIGH)). Contoh: analogWrite(13, 1023) artinya Arduino akan memberikan instruksi nilai maksimal pada pin 13, sehingga komponen yang terkoneksi di pin 13 akan menyala maksimal (1023).



analogRead(pin)


Fungsi ini mirip dengan fungsi digitalRead(), yaitu membaca nilai masukan pada suatu pin. Bedanya adalah fungsi analogRead() akan menghasilkan nilai dari 0 hingga 1023, yang merepresentasikan voltase 0 v hingga 5 v. Contoh: analogRead(0) artinya Arduino akan membaca nilai input dari pin 0.



delay(time)


Fungsi ini digunakan untuk memberikan jeda antar fungsi. Nilai time adalah waktu lamanya jeda dalam satuan ms (milisekon), di mana 1 detik setara dengan 1.000 milisekon.



Serial.begin(baudrate)


Pengguna dapat melakukan komunikasi serial antara Arduino dengan PC, dengan menggunakan Serial Monitor yang disediakan pada Arduino IDE. Pada Serial Monitor, kita bisa melihat data yang dikirim dari Arduino ke PC. Selain itu, kita juga bisa mengirim data ke Arduino dengan cara mengetikkannya pada textbox di bagian atas Arduino IDE. Untuk memakai serial, yang pertama harus dilakukan adalah melakukan inisiasi dengan menggunakan fungsi Serial.begin(baudrate). Variabel baudrate merupakan rasio modulasi, dan harus dicocokkan dengan baudrate hardware yang akan dikomunikasikan. Contoh: Serial.begin(9600) artinya komunikasi akan berjalan pada rasio modulasi/baudrate 9600.



Serial.available()


Fungsi ini digunakan untuk mengetes apakah ada input data dari hardware yang disambungkan ke serial port, misalnya dari PC. Fungsi ini akan menghasilkan 1 apabila ada masukan, dan 0 apabila tidak ada masukan.



Serial.read()


Fungsi ini berfungsi untuk membaca karakter pada serial port. Karakter yang dibaca akan disimpan dalam bentuk ASCII (misalnya karakter ‘0’ memiliki representasi ASCII yaitu 48).



Serial.print() dan Serial.println()


Fungsi ini digunakan untuk menuliskan suatu kalimat ke Serial Monitor, tetapi tidak mengirimkan data apapun, alias hanya digunakan untuk memberikan teks visual pada pengguna. Serial.print("text") digunakan untuk menulis "text", sedangkan Serial.println("text") dipakai untuk menuliskan kata "text" dan diakhiri dengan enter (kalimat selanjutnya ada di baris berikutnya).



Serial.write(VAL)


Untuk mengirimkan data dari arduino ke PC, kita bisa menggunakan fungsi Serial.write(VAL). Nilai VAL adalah data yang ingin dikirimkan dari arduino ke PC, dengan ukuran 1 byte.

Nah, itu dia beberapa fungsi dasar pada pemrograman Arduino. Untuk info selengkapnya mengenai struktur, variabel dan fungsi dalam pemrograman Arduino, sedulur bisa  klik di sini  Jangan lupa download Arduino IDE versi terbaru dengan  klik di sini  Matur nuwun ^_^

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »